Di mana passion-mu? Apa yang kamu paling suka? Pesan itulah
yang saya peroleh setelah bertemu dengan pria ini. Uptown Brown namanya.
Hidupnya mengalir begitu saja. Bagi saya, ia menjadi istimewa karena mengikuti
apa kata hatinya.
Gila musik sejak remaja, ia tekun mempelajari hampir semua
alat musik hingga ia pun mampu menguasainya. Karena kegilaan musiknya, ia tidak
begitu menghiraukan ‘prestasi’nya di sekolah.
Satu waktu ibunya menegur,”Kamu harus rajin belajar di sekolah”!
Pesan itu masih diingatnya kuat sebagaimana ia tuturkan kembali ke saya di sela-sela pertunjukkannya di Camberwell Sunday Market, Melbourne, Australia. Namun sepertinya,
musik memang panggilan hidupnya.
Melalui musik ia bertualang dan tampil di berbagai belahan
dunia, mulai dari Paris di Perancis, Berlin di Jerman, hingga Marakesh di
Maroko.
Kini, ia bertualang di Australia dengan alat musik unik buah
tangannya sendiri. Ia namai alat musiknya “Goodtimes Gyratorscope”. Alat musik ini
sudah dipatenkan dan dibuatnya dari puing-puing bekas pesawat terbang mungil miliknya.
Ya, pesawat terbang! Sebuah pesawat terbang yang rusak karena kecelakaan saat
dipilotinya.
Bagi saya, Uptown Brown adalah sosok yang unik. Darinya saya
kembali belajar, bahwa siapapun bisa menjadi istimewa ketika ia fokus mengikuti
kata hatinya. Karena, saya percaya, bahwa Tuhan menciptakan semua manusia
dengan keunikan dan potensi tersendiri. Dan kita biasanya menyebutnya dengan, “kata
hati”.
